Breaking News
Join This Site
Blended Learning  Kunci Keberhasilan Pembelajaran di Eropa

Blended Learning Kunci Keberhasilan Pembelajaran di Eropa

Sumber : www.spinedu.com
Oleh Nina Susilawati, S.Pd.I - Kurikulum tidak bisa dipisahkan dari model, strategi, metode dan teknik pembelajaran. Model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar  yang meliputi  segala aspek sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak lansung dalam proses belajar mengajar. (Dikutip dari Istarani, 2014:1). Selanjutnya pemiilihan sebuah model pembelajaran haruslah memperhatikan aspek-aspek dari model pembelajaran itu sendiri. Adapun aspek-aspek model pembelajaran adalah: sintaks, sistim sosial, prinsip reaksi, sistim pendukung, dan dampak pembelajaran langsung dan iringan. (Dikutip dari Ida Zusnani, 2013: 14). Maka dari itu dalam menentukan dan memilih sebuah model pembelajaran seorang guru harus terlebih dahulu memahami karakteristik peserta didik yang dihadapinya agar model pembelajaran yang akan diterapkan tidak bertentangan dengan minat siswa, sehingga tujuan pembelajaran yang ingin dicapai bisa terwujud.
Misalnya karakeristik anak usia SD/MI. Pada masa ini, anak sudah dapat melakukan berbagai macam tugas yang konkret. Anak mulai mengembangkan tiga macam operasi berfikir. (Dikutip dari Sunarno, 1999:4) Pada masa ini anak memandang dunia dalam keseluruhan yang utuh, dan menganggap tahun yang akan datang sebagai waktu yang masih jauh. Yang mereka pedulikan adalah sekarang (konkret) dan bukan yang belum bisa dipahami (abstrak). Beberapa ciri/karakteristik yang ada pada anak usia SD/MI, yaitu: a melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan, b perkembangan fisik tidak pernah bisa dipisahkan dengan perkembangan mental, sosial dan emosional, dan c perkembangan itu akan terpadu dengan kehidupan, pengalaman dan lingkungan. (Dikutip dari Nur Asma, 2009:10). Maka dapat kita simpulkan bahwa peserta didik SD/MI hanya memahami sesuatu yang konkret dan nyata bukan sesuatu yang abstrak, padahal beberapa materi pembelajaran yang harus diajarkan di SD/MI mengandung berbagai hal yang abstrak.
Blended learning tepat dijadikan sebagai salah satu solusi/pilihan model dalam pembelajaran guna memberikan peluang dalam memperbesar kemungkinan materi-materi pelajaran yang bersifat abstrak bisa dipahami peserta didik SD/MI dalam rangka mencapai tujuan pendidikan sebagaimana yang telah dituangkan dalam undang-undang sisdiknas. Blended learning adalah kombinasi pembelajaran dengan terstruktur, dan praktek dunia nyata. Sistem pembelajaran online, latihan di kelas, dan pengalaman on-the- job. Blended Learning juga mengandung makna yang mengacu pada pembelajaran yang mengkombinasikan atau mencampurkan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran berbasis komputer (online dan offline). (Dikutip dari Semler dalam Husamah, 2014:11) Blended learning  merupakan pencampuran antara online dan pertemuan tatap muka (face-to-face meeting) dalam satu aktivitas pembelajaran yang terintegrasi. Blended learning menggunakan sebuah variasi metode yang mengkombinasikan pertemuan tatap muka lansung di kelas tradisional dan pengajaran online untuk mendapatkan objektivitas pembelajaran.
Blended learning terdiri dari 4 komponen pembelajaran, yaitu : Face-to-face learning, E-laerning offline, E-learning Online, dan Mobile Learning. E-learning offline merupakan pembelajaran elekronik (E-learning) yang pelaksanaanya tidak menggunakan jaringan internet atau intranet. Pembelajaran berbasis e-learning offline dapat dilaksanakan melalui pembelajaran berbasis komputer dengan media CD interaktif meliputi Computer-Based-Instruction (CBI) dan Computer-Assisted Instruction (CAI), CD atau DVD, multimedia proyektor.
E-learning Online merupakan pembelajaran menggunakan teknologi dan media elektronik yang terhubung dengan internet . Mobile Learning merupakan penggunaan perangkat keras yang bergerak, seperti PDA, Laptop, Smartphone, MP3 player dan lain-lain. M-learning identik dengan pembelajaran jarak jauh. Artinya penugasan dan pemecahan masalah oleh siswa bisa dilakukan lewat berbagai media dimanapun berada tanpa harus bertatap muka.
Blended learning dijadikan salah satu model pembelajaran ideal berpijak dari landasan filosofi, landasan teoritis dan landasan faktual. Beberapa landasan tersebut diantaranya bahwa  dengan blended learning pembelajar dapat memilih materi pembelajaran berdasarkan minatnya sendiri, sehingga belajar menjadi menyenangkan, tidak membosankan, penuh motivasi, semangat dan menarik perhatian.
Penggunaan blended learning penting karena blended learning sejalan dengan 6 unsur pembelajaran abad 21 yaitu :
a)     Menekankan pada mata pelajaran utama.
b)     Menekankan pada perkembangan keterampilan belajar.
c)      Memanfaatkan alat belajar abad 21.
d)     Membelajarkan peserta didik dalam konteks abad 21.
e)     Menggunakan asesmen abad 21 yang mengukur keterampilan abad 21.(Dikutip dari Husamah, 2014: 15)

Literasi abad 21 berarti bagaimana menggunakan pengetahuan dan keterampilan dalam konteks kehidupan modern. Dalam konteks kehidupan pendidik, hal ini berarti menjadi seorang yang literat pendidikan, yaitu bagaimana menemukan cara membelajarkan peserta didik dengan mempertimbangkan dan berusaha mengintegrasikan keterampilan abad 21 (sains) ke dalam proses belajar-mengajar yang tepat untuk peserta didik yang hidup pada baad 21. Mengembangkan blended learning sejalan dengan adanya tantangan unik yaitu teknologi, strategi pembelajaran, cara baru berkomunikasi. Blended Leraning pertama kali dicetuskan di negara-negara maju seperti Eropa. Bertolak dari keberhasilan yang diraih kaum pendidik di Eropa, maka Blended Learning inipun ditularkan ke Indonesia. So, para guru, ada baiknya kita mulai menerapkan Blended Learning ditengah-tengah makin majunya teknologi, insyaallah Blended Learning mampu menghilangkan rasa jenuh siswa dalam belajar. Karena model pembelajaran ini merupakan model kekinian yang sangat konsisten dengan kebiasaan siswa jaman sekarang teknologi dan adventure. (Moga bermanfaat)

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.